Misteri Batu Bertulis Kuno di Lereng Gunung Sari: Menelusuri Jejak Prasejarah Kabjembara
Temukan misteri batu bertulis kuno di lereng Gunung Sari, Kabjembara. Jejak prasejarah ini menjadi sorotan arkeolog dan wisatawan pada tahun 2025–2026.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Batu bertulis ditemukan oleh warga lokal pada awal 2025.
- Tulisan kuno diperkirakan berasal dari abad ke-8 Masehi.
- Lokasi batu berada di lereng Gunung Sari, Kabjembara.
- Pemerintah setempat membuka akses terbatas untuk penelitian.
- Tiket masuk ke situs mulai dari Rp 20.000 per orang.
Penemuan yang Mengguncang
Awal tahun 2025, seorang petani lokal menemukan batu besar bertuliskan aksara kuno di lereng Gunung Sari. Penemuan ini langsung menarik perhatian arkeolog dan sejarawan. Batu tersebut diyakini berasal dari era kerajaan kuno yang pernah berjaya di wilayah Kabjembara. Pemerintah setempat segera menutup area tersebut untuk penelitian lebih lanjut.
Jejak Prasejarah Kabjembara
Menurut Dr. Aris Wijaya, arkeolog terkemuka, tulisan pada batu tersebut mirip dengan aksara Pallawa yang digunakan pada abad ke-8 Masehi. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya peradaban maju di Kabjembara pada masa lalu. Batu tersebut juga diperkirakan memiliki fungsi ritual atau sebagai penanda wilayah kerajaan.
Destinasi Wisata Baru
Sejak dibuka untuk umum pada pertengahan 2026, situs batu bertulis kuno ini menjadi magnet wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemerintah Kabjembara menyediakan fasilitas informasi dan pemandu wisata dengan harga tiket masuk Rp 20.000 per orang. Pengunjung juga dapat menikmati trekking menuju lokasi sambil menikmati panorama alam Gunung Sari.
Orang Juga Bertanya
Bagaimana cara menuju lokasi batu bertulis kuno?
Lokasi batu bertulis kuno dapat dicapai dengan trekking selama 1-2 jam dari Desa Sari Indah, Kabjembara.
Apakah situs ini aman dikunjungi anak-anak?
Ya, situs ini aman untuk anak-anak dengan pengawasan orang dewasa karena jalur trekking cukup landai.
Apakah ada fasilitas di sekitar situs?
Tersedia area parkir, toilet umum, dan warung makan sederhana di Desa Sari Indah.
Apakah penelitian masih berlangsung?
Ya, penelitian masih dilakukan oleh tim arkeolog untuk mengungkap lebih banyak informasi tentang batu tersebut.